Pimpin FPK Pekanbaru 2026-2030, Dwi Agus Sumarno Targetkan Perkuat Harmonisasi 42 Etnis

Pimpin FPK Pekanbaru 2026-2030, Dwi Agus Sumarno Targetkan Perkuat Harmonisasi 42 Etnis

VISIINDONESIA.COM-PEKANBARU – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Pekanbaru resmi memulai babak baru di bawah kepemimpinan Dr. Ir. Dwi Agus Sumarno untuk masa bakti 2026–2030. Organisasi ini menegaskan komitmennya untuk merumuskan strategi konkret dalam menjaga toleransi dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Pekanbaru.

Dalam keterangannya, Dwi Agus Sumarno menjelaskan bahwa FPK memiliki peran krusial sebagai wadah untuk mengelola hubungan antar suku, ras, dan etnis. Mengingat Pekanbaru dihuni oleh sedikitnya 42 kelompok etnis, diperlukan pendekatan khusus agar perbedaan tersebut menjadi modal pembangunan, bukan pemicu konflik.

"Pembauran bukan sekadar konsep, tetapi upaya nyata untuk menghilangkan sentimen berbasis SARA, ketidakadilan, serta potensi konflik sosial. Keberagaman harus kita kelola menjadi kekayaan, bukan sumber perpecahan," ujar Dwi dalam keterangannya di Pekanbaru. 

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini memaparkan bahwa arah kebijakan FPK ke depan akan menitikberatkan pada pembangunan sosial berbasis kemanusiaan (social society development). Hal ini diwujudkan melalui penguatan interaksi antar kelompok dan penyediaan ruang-ruang dialog yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, stabilitas keamanan sosial merupakan kunci utama dalam mendukung roda pemerintahan. Jika hubungan antar etnis berjalan harmonis, maka program pembangunan yang dicanangkan pemerintah daerah dapat berjalan lebih cepat dan efektif. 

Selain penguatan internal, Dwi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. FPK Pekanbaru berencana menjalin kolaborasi erat dengan pemerintah kota, aparat keamanan, hingga berbagai paguyuban etnis yang ada.

"Harapan kami, keberagaman di Pekanbaru tidak lagi dipandang sebagai tantangan, melainkan sebagai aset yang memperkaya identitas kota. Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa mewujudkan Pekanbaru sebagai kota yang toleran dan inklusif," tutupnya.

Kehadiran FPK periode 2026-2030 ini diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan sosial yang menjaga marwah Pekanbaru sebagai kota yang heterogen namun tetap rukun dan damai.

****

Comments (0)

There are no comments yet

Related Posts

Paling Dicari

Leave a Comment